Mendidik Anak menjadi Sholeh | Alkhairaat

ANAK merupakan titipan bagi orangtuanya. Sebagai orangtua, kita harus bisa mengarahkan sang anak ke arah yang baik, yang diridhoi Allah SWT. Maka, kita harus bisa mendidik anak itu menjadi anak yang shaleh. Dengan memiliki anak shalehlah, hidup kita akan bahagia, karena memiliki anak yang bisa mendoakan kita. Insya Allah.

Untuk memiliki anak yang shaleh/ shalehah, perlu adanya kesabaran dalam mendidik anak. Kesabaran yang ekstra agar anak kita tumbuh menjadi anak yang berkualitas. Untuk itu, langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi shaleh/shalehah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak Anda sejak dini:

1. Bangunkan shubuh sejak balita

Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

2. Berikan lingkungan pergaulan dan pendidikan yang Islami

Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini Anda dapat memulainya dengan mengirimkan anak Anda ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) atau mengikuti kursus-kursus Islam di Masjid dan sebagainya.

3. Jangan egois!

Orangtua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan yang terbaik bagi anak Anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya memerintahkan anak Anda untuk mengaji atau pergi shalat berjamaah, sedangkan Anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

4. Safari Masjid

Bawalah anak Anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan shalat berjamaah di hati anak.

5. Perkenalkan batasan aurat sejak dini

Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali untuk mengubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini, insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu, nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

6. Selalu membawa perlengkapan shalat

Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan shalat kemanapun mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu shalat.

7. Meminimalisir mendengarkan musik-musik non Islami

Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan, rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca al-Quran berjamaah, mendengarkan kaset mu’rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid Islam.

8. Buatlah jadwal nonton TV

Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron, film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

9. Ajarkan nilai-nilai Islam secara langsung

Ajarkan nilai-nilai Islam yang Anda kuasai secara langsung kepada anak Anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.

10. Bacakan hadits Rasulullah SAW dan ayat al-Quran

Bacakan hadits Rasulullah SAW dan ayat al-Quran, sesuai dengan kadar kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat al-Quran ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

11. Jadilah sahabat setia baginya

Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

12. Ciptakan nuansa kehangatan

Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari tempat di luar sana yang ia anggap lebih nyaman daripada di rumahnya sendiri.

13. Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan

Ingat! Yang sedang Anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit hati.

“Dan yang utama adalah berdoa kepada Allah SWT, karena segala sesuatu kembali kepada-Nya.” [rika/islampos/anakbudiluhur]